Tidak Sopan dan Tidak Mutu

Kang Tarjan santri kalong yang gemar membuat kontroversi. Barangkali itu karena ia terlalu memuja Gus Dur. Di tengah perhelatan mantunya Gus Mus, ia membuat pernyataan mengejutkan di depan teman-teman ngobrolnya,

“Mbah Mus ini bikin walimah penganten kok tidak sopan!”

Teman-temannya jelas tidak terima,

“Maksudmu apa?”

“Lha jelas toh,” Kang Tarjan berhujjah, “suguhannya cuma kue-kue, bistik, nasi campur, dan es buah …. Sama sekali tidak pakai sop!” (Maksudnya sup).

Di kali lain, ia ngrasani seorang kyai sepuh yang Rais Syuriah NU,

“Mbah Fulan itu kyai sudah sepuh tapi tetap saja tidak mutu!”

“Hus!” teman-temannya menegur, “kuwalat kamu nanti!”

“Lha wong manak saja enggak kok… bagaimana bisa mutu?” katanya kalem.

____________________________________

Catatan:
Dalam Bahasa Jawa,
Memakai baju (klambi) = klambinan
Memakai sandal = sandalan
Memaakai sop = sopan
Beranak = manak
Berputu (putu = cucu) = mutu

Mbah Kyai Fulan itu memang tidak punya anak.

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Presiden Republik Terong Gosong. Pernah menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden dan Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).