Sekarang Sombong

Gus Abror (bukan nama sebenarnya) adalah putra seorang kyai besar mursyid thariqah yang amat disegani dan punya banyak keramat. Namun sebagai anak muda, Gus Abror adalah seorang Gus yang sungguh mbeling. Segala macam kebiasaan anak muda gaul menghiasi tingkahnya, mulai dari trek-trekan sepeda motor sampai dengan kongkow bersama cewek-cewek cakep.

Apa mau dikata, sang ayahanda wafat ketika Gus Abror masih muda, belum lagi menikah. Sesuai tradisi jama’ah thariqah dan wasiat ayahandanya pula, Gus Abror kemudian didaulat dan dibai’at menjadi mursyid menggantikan ayahandanya.

Kedudukan sebagai mursyid thariqah membuat tingkah Gus (sekarang Kyai) Abror berubah total. Segala tingkah gaul ditinggalkannya, berganti khusyuk dan khudluk.

Suatu ketika Gus … eh Kyai Abror berjalan kaki diiringkan beberapa orang muridnya yang sudah sepuh-sepuh. Melewati sebuah rumah yang rupanya ia kenali, Kyai Abror menunduk dalam-dalam. Tapi cara itu jelas tak cukup untuk menyembunyikan mukanya.

Seorang ibu muda nan cantik jelita, menggendong bayi di depan rumah itu, berteriak dengan kenesnya,

“Broooor! Sekarang sombong yaa … nggak mau nyapaaa!!!”

______________

Sumber cerita: Muhammad Nasikh Ridwan

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Presiden Republik Terong Gosong. Pernah menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden dan Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).