Lebih Jauh Tentang Waji: Waji dan Gus Mus

Waji, khadam ndalem Gus Mus, tenaganya besar dan jari-jari tangannya besar-besar pula. Maka, setiap Gus Mus membutuhkan pijat, Wajilah petugasnya. Waji amat kuat lagi taat. Seberapa lama pun ia memijat, tak pernah ia mengeluh, dan ia takkan berhenti sebelum Gus Mus menyuruhnya berhenti.

Suatu malam, Gus Mus teramat capai sehingga tertidur di tengah-tengah pijatan Waji. Waji yang taat, meskipun tahu kyainya sare, tak menghentikan pijatannya.

Tiba-tiba, entah sudah pukul berapa malam itu, Gus Mus merasa sesak dan sulit bernapas sehingga terbangun dari tidurnya. Sudah terbangun pun masih megap-megap karena merasakan beban yang teramat berat di punggungnya. Buru-buru berontak dan menengok ke belakang… apa yang terjadi?

Waji tidur menelungkup di atas punggung Gus Mus!

________

Catatan:
Baru kemaren sore Waji datang ke Rembang, minta pangestu karena sekarang sudah jadi kiyai di Palembang.

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Presiden Republik Terong Gosong. Pernah menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden dan Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).