Kuat Kaya

Dua orang diantara murid-murid Gus Dur, Fu Lan dan Lu Fan, adalah kawan-kawan dekat saya. Suatu kali Gus Dur ngrasani Fu Lan,

“Dia itu kuat miskin, tapi nggak kuat kaya…”

Semenjak masih miskin, Fu Lan memang tinggi gengsinya. Walaupun lapar, tak mau dikasihani. Sesudah kaya, dia royal sekali. Gemar menghamburkan uang untuk dibagi-bagikan kepada orang. Saya ingatkan agar hati-hati dan pakai perhitungan strategis dalam pengeluaran, dia tak perduli.

“Bagaimana nanti saja”, katanya.

Lu Fan sebaliknya. Seorang kyai mengeluhkan tabiat Lu Fan kepada saya,

“Bakhil sekali!” kata Pak Kyai, “Sudah berapa lama saya jadi pendukung setianya? Tak sepeser pun ia pernah menyedekahi saya!”

Saya ketawa.

“Dia itu kuat kaya, ‘Yi”, saya membela, “pandai menyimpan kekayaan dan mengeluarkannya hanya untuk keperluan strategis saja. Kalau dia tidak menyedekahi ‘njenengan, berarti ‘njenengan tidak strategis!”

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Presiden Republik Terong Gosong. Pernah menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden dan Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).