Qiyas

Akhirnya santri-santri Mekah asal Indonesia sepakat harus membahas “Hukumnya Pergi ke Masjidil Haram”. Apa pasal? Musibah paras-paras jelita di Masjidil Haram semakin terasa berat. Setiap thawaf, misalnya, engkau harus melintasi gadis-gadis yang bersimpuh di pinggiran mathaf, dari segala ras manusia yang ada di muka bumi ini. Paras-paras jelita yang tak terhitung jumlahnya itu tidak hanya bisa mengacaukan wiridanmu, bahkan bisa bikin pening kepalamu!

Kesimpulannya: pergi ke Masjidil Haram tidak berubah afdloliyyahnya. Adapun merajalelanya peluang maksiat (memandangi perempuan-perempuan cantik) dianggap tidak berpengaruh. Kesimpulan ini diambil dengan mengqiyas dari hukumnya air, yaitu bahwa air yang banyak tidak akan menjadi najis oleh campuran sedikit. Keutamaan Masjidil Haram itu teramat sangat agungnya sehingga tak mungkin terhapus oleh peluang dosa-dosa kecil.

________

Catatan:
Peserta bahtsul masail itu semuanya laki-laki dan sebagian besar belum kawin.

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Presiden Republik Terong Gosong. Pernah menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden dan Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).