Pidato Waji

Karena dekat dengan Gus Mus, Waji jadi kelihatan sedikit lebih intelek. Dia tahu istilah-istilah ganjil yang belum pernah didengar teman-temannya dan dia bangga akan hal itu.

Oleh karenanya Waji amat bersemangat menerima tugas berpidato pada suatu lailatul ijtima’. Dia tahu, dia akan menjadi bintang malam itu setelah hadirin menyadari betapa inteleknya dia.

“Mengancik acara selanjutnya, adalah sambutan prakata panitia, yang akan disampaikan kepada beliau yang terhormat Ketua Panitia, Bapak Waji”, Amin Si Master of Ceremony mengumumkan dengan mantap, “kepadanya waktu dan tempat dipersilahkan….”

Waji pun berjalan tegap menghampiri podium.

Setelah salam, hamdalah dan shalawat, ia memulai uraiannya,

“Pertama-tama, saya sampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Saudara Advokat yang telah berkenan memberikan waktu kepada saya….”

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Presiden Republik Terong Gosong. Pernah menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden dan Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).