Lebih dari Sekedar Kilat

Sejak zaman dahulu kala, banyak orang senang duduk-duduk di Masjidil Haram. Sebagian memang beri’tikaf sambil berdzikir atau tafakkur, sebagian lain karena nggak ada kerjaan saja.

Kelompok yang kedua itu biasanya menggerombol dan secara alami suka iseng. Mereka gemar memperhatikan perempuan-perempuan yang lewat. Kalau tidak cantik, mereka diam saja. Kalau cantik, mereka akan serempak bersorak,

“Kilat!”

Kelakuan jelek itu membuat jengkel Abu Hazim Salamah bin Dinar Al Madini (wafat 140 H), seorang perawi Hadits dari kalangan tabi’in, seorang ahli ibadah yang zuhud. Ketika lewat seorang perempuan yang –maaf– teramat buruk rupa dan orang-orang iseng itu bungkam, Abu Hazim justru berteriak keras-keras,

“Beledhekkk!!!”

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Presiden Republik Terong Gosong. Pernah menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden dan Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).