Keperluan Penting

Kopi Darat Terong Gosong di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, 25 Desember 2010.

Kyai Bisri Mustofa menyebar sejumlah santri utusan untuk menemui kyai-kyai Rembang. Mereka ditugasi mengundang para kyai itu agar hadir di kediaman Kyai Bisri pada waktu yang ditentukan, untuk suatu “Keperluan Penting”.

Maka terjadilah, pada waktu yang ditentukan itu para kyai berkumpul di Leteh, Rembang.

“Keperluan penting apa ini, ‘Sri?” Mbah Kyai Ma’shum bertanya.

“Nanti lah, ‘Yi” jawab Kyai Bisri, “dahar-dahar dulu ….”

Santri mengusung nampan nasi dengan sambal terong di tengahnya, menyajikannya di hadapan para kyai.

“Monggo … monggo …,” Kyai Bisri mempersilahkan.

Para kyai pun kembul-terong-gosong dengan nikmat sekali, diselingi obrolan-obrolan ringan dan guyon-guyon nostalgia mengenang waktu masih mondok. Tanpa terasa, nampan licin tandas dan semua merasa kenyang.

Dihiasi kepulan asap rokok yang berlenggak-lenggok, para kyai meneruskan obrolan dan candaan mereka, ditingkahi gelak-tawa yang gayeng sekali …, hingga akhirnya salah-seorang kembali teringat,

“Lho … ini keperluan pentingnya kok nggak mulai-mulai?”

“Iya, ‘Sri”, Mbah Ma’shum pun menimpali, “sekarang sudah makan, lekaslah …, keperluan pentingnya apa?”

Menyedot rokok dalam-dalam dan menghembuskannya dengan nikmat, Kyai Bisri menjawab,

“Kumpul-kumpul silaturrahim begini ini masa tidak penting?”

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Presiden Republik Terong Gosong. Pernah menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden dan Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).