Fatwa Ibnu ‘Aqil

‘Abdullah bin ‘Abdurrahman bin ‘Abdullah bin Muhammad bin ‘Aqil Al Qurosyi Al Hasyimi Al ‘Aqili Al Hamadani Al Mashri yang terkenal dengan julukan Bahauddin ibnu ‘Aqil Asy Syafi’i adalah ahli nahwu penulis syarah kitab Alfiyyah Ibni Malik yang paling populer sekaligus ahli fiqih pemuka para hakim (qadli al qudlat).

Seseorang yang menderita waswas bertanya kepadanya,

“Saya ini walaupun ‘slulup’ di sungai dua atau tiga kali, tetap saja merasa belum yakin kalau air sudah meratai seluruh tubuhku sehingga saya suci. Apa yang harus saya lakukan?”

“Nggak usah salat”, fatwa Ibnu ‘Aqil.

“Lha kok njenengan bilang begitu?”

“Karena Nabi SAW telah bersabda, ‘Diangkat pena (tidak dihisab) dari tiga (golongan): anak kecil sampai ia balig, orang tidur sampai ia bangun, dan orang gila sampai ia waras’. Barang siapa ‘slulup’ di sungai sekali, dua kali atau tiga kali tapi merasa belum sempurna mandinya, pastilah dia itu majenun!”

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Presiden Republik Terong Gosong. Pernah menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden dan Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).