Memahami Uang

Kyai Nur Azis dan Mbah Rusmin, petani Surokonto Wetan, saat ditahan di LP Kendal.

Walid bin Talal adalah salah seorang Raja Uang. Tapi ia gagal atau terlambat menyetir uangnya ke arah yang tepat pada saat yang tepat, sehingga kini ia harus menjadi tawanan sepupunya. Mungkin karena uangnya bergerak lebih cepat dari kecepatan daya pikirnya sendiri untuk mengendalikannya.

Seseorang yang luar biasa kaya-raya pernah memuji Gus Dur dengan mengatakan bahwa Gus Dur itu tidak punya uang tapi mampu mengubah arah mengalirnya uang. Itu tanda bahwa Gus Dur sangat memahami kelakuannya uang.

Setya Novanto memperoleh reputasi kesaktian yang nyaris mistik–seperti reputasi Mak Erot, dan pasti jauh berlipat-lipat melebihi reputasi Zaenal Maarif, produsen apa pun yang dia pikir akan laku jika diberi label suwuk itu. Setnov–demikian Setya Novanto biasa dipanggil–bukan hanya punya uang dalam jumlah yang kondusif; dia ahli memainkannya sebagai senjata, sehebat Pendekar Pedang Air memainkan pedangnya.

Nur Aziz, petani Surokonto itu, dilindas nasib buruk. Ia numpang menanam singkong di lahan yang hanya Tuhan saja yang tahu siapa sesungguhnya yang paling berhak atasnya. Dan belakangan semua hirarki pengadilan, termasuk Mahkamah Agung, memvonisnya dengan hukuman jauh melebihi koruptor.

Kesalahan Nur Aziz bukan hanya bahwa ia tak punya uang. Nur Aziz menyepelekan keganasan uang.

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Presiden Republik Terong Gosong. Pernah menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden dan Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).