FISIPOL UGM Selenggarakan Sekolah Musim Panas 2021

Pandemi Covid-19 memang mengubah cara menyampaikan pendidikan. Namun hal itu tidak menyurutkan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk berbagi ilmu dan energi positif. Salah satunya dibuktikan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) UGM yang secara resmi akan menyelenggarakan Sekolah Musim Panas dengan tema, “Transforming Societies: Dialogue and Empathic Engagement Toward Peace” (Mengubah Masyarakat: Dialog dan Keterlibatan Empatik menuju Perdamaian).

Mengutip publikasi resmi organisasi penyelenggaara program, yakni DEEP Network Indonesia, beberapa penyaji utama (key presenter) yang akan terlibat dalam sekolah ini adalah: Yahya Cholil Staquf, Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Indonesia; Alberto Gomes, Pendiri dan Direktur DEEP Global Network, Australia; Purwo Santoso, Dosen Senior Universitas Gadjah Mada, Indonesia; Meenakshi Gopinath, Pendiri dan Direktur Women in Security Conflict Management and Peace (WICOMP), India; Boaventura de Sousa Santos, Dosen Senior University of Coimbra, Portugal; Penelope Andrews, Dosen Senior New York Law School, Australia; Makere Stewart-Harawira, Dosen Senior University of Alberta, New Zealand; serta Jennifer Murphy, Dosen Universitat Jaume I, Spanyol dan Amerika.

Beberapa perguruan tinggi di luar negeri tampak antusias menyambut program ini. Salah satunya adalah Chulalongkorn University, sebuah perguruan tinggi di Thailand. Dalam publikasi yang dimuat di websitenya, perguruan tinggi yang kampusnya berada di Bangkok ini menguraikan tentang pentingnya program sekolah ini dengan keterangan sebagai berikut:

Sekolah ini deselenggarakan dengan latar belakang dunia yang tengah dilanda beberapa krisis sosial, ekonomi, dan ekologi yang saling terkait. Sementara krisis covid saat ini telah menghancurkan kehidupan dan mata pencaharian banyak orang di seluruh dunia, perubahan iklim tetap menjadi salah satu tantangan terbesar di zaman ini. Berdasarkan premis bahwa dari krisis dapat muncul peluang untuk transformasi sosial, sekolah interdisipliner yang disajikan oleh akademisi, aktivis, dan praktisi internasional ini menawarkan wawasan kritis, menyegarkan, dan inovatif, tentang bagaimana kita dapat membangun dunia alternatif di mana kehidupan yang layak adalah mungkin bagi setiap orang.

Beberapa topik yang akan dibahas meliputi: pendidikan kritis dan media; kearifan lokal; hubungan rasial dan gender; dan pembangunan masyarakat yang damai, tanpa kekerasan, adil secara sosial, sehat, serta bijaksana secara ekologis. Untuk membuka perspektif yang berbeda tentang dunia, sekolah akan bersifat dialogis dan interaktif, terstruktur untuk merangsang berbagi ide, pengetahuan, cerita, proyek, dan rencana masa depan.

Mahasiswa dari seluruh dunia didorong untuk mengikuti sekolah ini, karena diyakini melalui program ini mereka akan mendapatkan pengetahuan yang bukan hanya berupa pelajaran teoritis, melainkan juga kesempatan untuk mendapatkan pengalaman yang hampir nyata melalui simulasi dan demo yang disajikan oleh para ahli dan praktisi di bidang yang relevan.

Program ini dijadwalkan berlangsung selama 1 bulan, yang akan dilaksanakan mulai 16 Agustus hingga 17 September 2021, secara virtual. Mahasiswa yang ingin mengikuti, bisa mendapatkan informasi lebih lengkap dengan mengunjungi laman web DEEP Network Indonesia.